Sunday, June 19, 2016



ILMU BUDAYA DASAR    : PUASA
NAMA                                  : ADITTYA EKA HIMAWAN
KELAS                                    : 1IC01
NPM                                      : 20415168

PUASA

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى الْأَسْلَمِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ، وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ ".
Artinya: “Abdullah bin Abi Aufa Al Aslami radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan dan amalannya dilipatkan (pahalanya-pent).”
Al Baihaqi rahimahullah berkata :
مَعْرُوفُ بْنُ حَسَّانَ ضَعِيفٌ وَسُلَيْمَانُ بْنُ عَمْرٍو النَّخَعِيُّ أَضْعَفُ مِنْهُ
“Ma’ruf bin Hassan (salah satu perawi hadits ini) adalah perawi yang lemah dan Sulaiman bin ‘Amr An Nakh’i lebih lemah darinya.” Lihat kitab Syu’ab Al Iman, 5/423 (Syamela).
Al Munawi rahimahullah berkata:
وقال الحافظ العراقي : فيه سليمان النخعي أحد الكذابين اه وأقول : فيه أيضا عبد الملك بن عمير أورده الذهبي في الضعفاء ، وقال أحمد : مضطرب الحديث ، وقال ابن معين : مختلط ، وقال أبو حاتم : ليس بحافظ.
“Al Hafizh Al ‘Iraqi berkata: “Di dalam sanadnya terdapat Sulaiman An Nakha’i, ia adalah salah satu tukang dusta, dan aku (Al Munawi) berkata: “Di dalam sanadnya terdapat Abdul Malik bin ‘Umair disebutkan oleh Adz Dzahabi di dalam kitab Adh Dhu’afa (kitab yang menyebutkan para perawi lemah), dan Ahmad (bin Hambal) berkata: “Ia seorang yang guncang haditsnya”, Ibnu Ma’in berkata: “Seorang perawi yang tercampur hapalannya”, Abu Hatim berkata: “Bukan seorang yang hafizh (menjaga hadits).” Lihat kitab Faidh Al Qadhir, 6/378 (Syamela).
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah berkata:
ضعيف
رواه أبو محمد بن صاعد في "مسند ابن أبي أوفى" (120/ 2) ، والديلمي (4/ 93) ، والواحدي في "الوسيط" (1/ 65/ 1) عن سليمان بن عمرو عن عبد الملك بن عمير عن ابن أبي أوفى مرفوعاً .
قلت : وهذا موضوع ؛ سليمان بن عمرو : هو أبو داود النخعي ، وهو كذاب .
وقد تابعه أبو معاذ معروف بن حسان عن زياد الأعلم عن عبد الملك بن عمير به . إلا أنه قال :  "مضاعف" بدل : "متقبل" . أخرجه ابن شاهين في "الترغيب" (ق 283/ 1) ، وابن الحمامي في "جزء منتخب من مسموعاته" (ق 35/ 2) ، والسلفي في "أحاديث منتخبة" (133/ 1) .
قلت : ومعروف هذا ؛ أورده الذهبي في "الضعفاء" ، وقال :  "قال ابن عدي : منكر الحديث" .
وقد وجدت له شاهداً من حديث ابن مسعود مرفوعاً به ، دون الجملة الأخيرة منه . أخرجه أبو نعيم في "الحلية" (5/ 83) من طريق جعفر بن أحمد بن بهرام, قال : حدثنا علي بن الحسن عن أبي طيبة عن كرز بن وبرة عن الربيع بن خثيم عنه .
قلت : وهذا إسناد ضعيف ؛ كرز بن وبرة رجل صالح ، لا أعرف حاله في الحديث ، ترجم له أبو نعيم في "الحلية" (5/ 79-83) ؛ وأظن أن له ترجمة مطولة في "تاريخ جرجان" للسهمي ؛ فليراجع.
وأبو طيبة : اسمه عبد الله بن مسلم المروزي : ضعيف . ومن دونه ؛ لم أعرفهما .
وقد روي بلفظ : "نوم الصائم عبادة ، ونفسه تسبيح" .
رواه الجرجاني (328) : أخبرنا أبو ذر إبراهيم بن إسحاق بن إبراهيم الضبابي - بالكوفة في بني كاهل ، عند مسجد الأعمش - : حدثنا جعفر بن محمد النيسابوري : حدثنا علي بن سلمة العامري : حدثنا محمد بن جعفر بن محمد ابن علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب : حدثني أبي عن أبيه مرفوعاً .
قلت : وهذا إسناد مظلم ؛ فإنه - مع إعضاله - واه ؛ محمد بن جعفر تكلم فيه . ومن دونه - بإستثناء أبي ذر - ؛ لم أعرفهما .
Derajat Hadits: lemah
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Sha’id di dalam Musnad Ibnu Abi Aufa (2/120), Ad Dailami 4/93) dan Al Wahidi di dalam kitab “Al Wasith” (1/65/1) dari Sulaiam bin ‘Amr dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Abdullah bin Abi Aufa.
Saya (Al Albani) berkata: “Dan ini adalah riwayat yang palsu, Sulaiman bin ‘Amr ia adalah Abu Daud An Nakh’i dan ia adalah seorang yang tukang dusta.
Riwayat ini telah diikuti oleh Abu Mu’adz Ma’ruf bin Hassan dari Ziyad Al A’lam dari Abdul Malik bin ‘Umair dengan lafazh ini, kecuali ia mengucapkan: “(Amalannya) dilipatkan gantian dari “(amalannya) diterima”. Diriwayatakan oleh Ibnu Syahin di dalam kitab “At Targhib” ( ق1/128) dan Ibnu Al hammami di dalam “Juz min Masmu’atih” (ق 2/35) dan as Salafi di dalam kitab “Ahadits Muntakhibah” (1/133) .
Saya (Al Albani) berkata: “Dan Ma’ruf ini disebutkan oleh Adz DZahabi di dalam kitab Adh Dhu’afa, Adz Dzahabi berkata: “Ibnu “adi berkata: “perawi yang haditsnya mungkar.”
Dan aku mendapati penguat yang lain dari hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’  tanpa menyebutkan kalimat yang terakhir, diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyat Al Awliya’, 5/83, dari jalan Ja’far bin Ahmad bin Bahram, ia berkata: “Telah meriwayatkan kepada kami Ali bin Al Hasan, dari Abu Thayyibah dari Kurz bin Wabrah, dari Ar Rabi’ bin Khutsaim, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Saya (Al Albani) berkata: “di dalam sanad hadits ini kelemahan, Kurz bin Wabrah adalah seoran orang yang shalih (hapalannya cenderung lemah tetapi tidak mengapa mengambil haditsnya jika ada penguatnya), saya tidak mengetahui keadaannya di dalam periwayatan hadits.” Dan telah disebutkan biografinya oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyat (5/79-83) dan aku mengira ia memiliki bigrafi yang panjang ditulis di dalam kitab sejarah Jurjan, karya As Sahmi, silahkan cek kembali.
Dan Abu Thayyibah namanya adalah Muslim bin Abdullah Al Marwazi dan ia adalah perawi yang lemah, adapun orang tebelumnya saya tidak mengetahui mereka berdua.
Dan telah diriwayatkan dengan lafazh: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah dan nafasnya adalah tasbih”
Diriwayatkan oleh Al Jurjani (no. 328): “Telah memberitahukan kepada kami Abu Dzarr Ibrahim bin Ishaq bin Ibrahim Adh Dhababi, di daerah Kufah tentang Bani Kahil, pada masjid Al A’masy: “ Telah meriwayatkan kepada kami Ja’far bin Muhammad An Naisaburi, ia berkata: “Telah meriwayatkan kepada kami Ali bin Salamah al “a,miri, ia berkata: “Telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali bin Al Husain bin Ali bin Abi Thalib, ia berkata: “Telah meriwayatkan kepadaku bapakku dari bapakknya secara marfu’.”
Saya (al Albani berkata): “Dan Sand hadits ini adalah gelap, karena ia bersamaan dengan mu’dhalnya juga terdaoat perawi yang wahin (keliru); Muhammad bin Ja’far dibicarakan (para ulam hadits) tentang (kelemahan)nya dan sebelumnya selain Abu Dzarr saya tidak mengenal mereka berdua.” Lihat kitab Sil Silat Al Ahadits Adh Dha’ifah, no.  4696.

Wednesday, June 8, 2016

Tonggak Negara Indonesia




Tonggak Pertama
Tonggak sejarah pertama yang diangkat oleh bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan suatu Negara-bangsa modern yang adil dan makmur adalah tahun 1908, tepatnya tanggal 20 Mei 1908, yakni kelahiran suatu organisasi kemasyarakatan yang diberi nama Boedi Oetomo. Tahun itu disebut oleh bangsa Indonesia sebagai tahun kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Berdirinya organisasi Boedi Oetomo mendorong atau memicu lahirnya berbagai organisasi pemuda seperti Tri Koro Dharmo yang kemudian berkembang menjadi Jong Java, yang diikuti oleh lahirnya organisasi pemuda-pemuda dari luar Jawa seperti Jong Soematranen Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebesdan sebagainya. Organisasi-organisasi pemuda tersebut tidak berorientasi politik praktis secara nyata, meskipun tujuannya tiada lain adalah berdirinya suatu Negara Indonesia Merdeka. Di samping organisasi pemuda yang besifat nasional, terdapat juga organisasi pemuda yang berorientasi keagamaan, yakniJong Islamieten Bond yang lebih berorientasi pada politik praktis. Organisasi-organisasi pemuda tersebut yang pada tahun 1928 bersatu padu mendeklarasikan ”Sumpah Pemuda.”
Tonggak Kedua
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA
INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA
INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya" gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong.
Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
1.      Kwee Thiam Hong
2.      Oey Kay Siang
3.      John Lauw Tjoan Hok
4.      Tjio Djien kwie
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda di tulis Moehamad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang lebar oleh MOH. Yamin.

Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang penting bagi berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Karena sumpah pemuda merupakan awal mula terbentuknya organisasi-organisasi bersifat nasionalisme, yang pada awalnya lebih cenderung bersifat kedaerahan. Dan sumpah pemuda juga merupakan pembuktian bahwa kita semua adalah satu, satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Oleh karena itu bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa yang tetap digunakan hingga saat ini. Kesimpulannya, kenapa sumpah pemuda begitu penting hal ini dikarenakan sumpah pemuda merupakan tolak ukur terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tonggak Ketiga
Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945, di depan Sidang BPUPKI.” Bung Karno pada waktu itu mengusulkan dasar negara bagi negara yang akan didirikan, yang beliau sebut Pancasila. Dan setelah melalui perdebatan dan musyawarah yang cukup intens, akhirnya dengan beberapa perubahan, rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara dan dicantumkan dalam Pembukaan UUD, meski tidak dengan menyebut kata Pacasila. Bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan telah mengalami beberapa kali perubaan UUD, namun demikian rumusan Pancasila selalu terdapat dalam Pembukaan atau Mukaddimah UUD yang bersangkutan.
Sementara itu pada masa pemerintahan Presden Sokarno dan pemerintahan Presiden Soeharto diupayakan untuk mengimplementasikan Pancasila secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara. Pancasila disamping sebagai dasar negara, didudukkan pula sebagai ideologi nasional dan pandangan hidup rakyat Indonesia. Dengan demikian kedudukan Pancasila sangat sentral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia.
Tonggak Keempat
Tonggak sejarah keempat adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, suatu peristiwa yang maha penting bagi kehidupan suatu negara-bangsa. Sejak sa’at itu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, suatu kemerdekaan yang dicapai dengan perjuangan putra-putri bangsa, bukan suatu pemberian dari bangsa atau negara lain. Bung Karno menyebutnya kemerdekaan ini sebagai jembatan emas, di seberang jembatan ini bangsa Indonesia membangun bangsanya menjadi bangsa yang serba kecukupun, orang Inggris menyebutnya sebagai afluent society. Ternyata proklamasi saja tidaklah cukup, karena berdirinya suatu negara harus mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Tonggak Kelima
Proklamasi kemerdekaan Indonesia ini tidak dapat diterima oleh Belanda yang ingin menguasai kembali negara jajahannya setelah usainya perang Asia Timur Raya. Dengan mengerahkan kekuatan militernya pemerintah Belanda berusaha menguasai kembali wilayah demi wilayah Negara Republik Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948 Yogyakarta, yang menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia diserbu, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta ditahan oleh Belanda. Tentara Nasional Indonesia menyisih ke luar kota untuk menyusun kekuatan kembali dalam rangka merebut kembali wilayah yang dikuasai Belanda.
Pada tanggal 1 Maret 1949 terjadilah Serangan Umum di kota Yogyakarta, yang berdampak terbukanya mata dunia, bahwa Indonesia masih ada, dan memiliki tentara yang terkoordinir, sehingga dapat menguasai kota Yogyakarta, meski hanya untuk beberapa jam saja. Peristiwa ini mendukung berlangsungnya diplomasi antara pemerintah Belanda dan wakil pemerintah Indonesia untuk mengakui berdirinya Negara Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1949 berlangsung pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia dalam bentuk Negara Indonesia Serikat. Obessi para pejuang untuk mendirikan negara kesatuan tidak kunjung padam, ternyata Negara Indonesia Serikat tidak berumur lebih dari satu tahun. Pada tanggal 15 Agustus 1950 Presiden Soekarno membacakan Piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahaya Komunis


Bahaya laten komunis adalah jika komunis benar-benar eksis dan terjadi maka keadaan tersebut akan berdampak buruk dan akan berakibatkan rusaknya tatanan, konsep, dan nilai sebuah bangsa maka dari itu kita harus bersikap waspada akan gerakan pihak-pihak yang berupaya membangkitkan paham komunis. Paham komunis adalah sekelompok idelogi komunis melakukan pengkhiantan terhadap pemerintahan dan idelogi Pancasila.
    Kita harus pintar-pintar memilah, jangan sampai kita terpengaruh dengan  informasi dan ajakan mereka. Paham komunis ini sudah tersebar dimana-mana pengaruhnya dapat terjadi dari media sosial dan media massa. Apalagi saat ini kondisi mental dan ideologi kita mengalami kemerosotan. Kita harus membangun kembali ketahanan mental dan ideologi kepada generasi muda. Terutama, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, yang lebih dominan akibat  situasi global yang mempengaruhi.

   Kita harus selalu sering mengadakan komunikasi dan sosialisasi menanamkan cinta tanah air dan kebangsaan. Dan ini perlu dukungan dari peran tokoh agama, pendidik dan budayawan menjadi hal terpenting dan efektif, untuk menguatkan ketahanan mental dan ideologi, dalam menangkal pengaruh  bahaya latent komunis. Bagaimana caranya kita ini mengemas sesuatu hal untuk bisa mengembalikan ketahanan mental dan ideologi dari budaya, agama dan pendidikan bangsa Indonesia ini.
Mengapa kita harus dibebankan dan diingatkan dengan laten komunis? Karena tentu saja dari apa yang sudah saya jelaskan agar kecintaan terhadap tanah air Indonesia ini tidak hilang dan tetap menjunjung dan mengikuti nilai-nilai Pancasila.