Wednesday, April 20, 2016

CINTA



CINTA
   Assalamualaikum wr . wb disini saya akan membahsa tentang cinta , apa itu cinta ? Cinta adalah Emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat dan rasa tertarik terhadap suatu objek (dapat berupa apa saja seperti manusia, hewan, tumbuhan, alat-alat dan lain sebagainya) dengan cenderung ingin berkorban, memiliki rasa empati, perhatian, kasih sayang, ingin membantu dan mau mengikuti apapun  yang di inginkan oleh objek yang di cintainya. Sebenarnya cinta itu sulit untuk di definisikan karena sifatnya subjektif jadi setiap individu dapat memiliki pemahaman yang berbeda mengani cinta, tergantung bagaimana ia menghayati dan pengalaman yang di alaminya.
   Sudah tau kan definisi dari cinta baik di sini saya akan menjelaskan kecintaan saya , saya sangat mencintai SENI TEATER . Pasti kalian yang membaca artikel saya ini bertanyatanya kenapa anak mesin seperti saya ini cinta pada seni teater ? Entah kenapa saya sangat mencintai seni teater perasaan saya cinta pada teater sudah tumbuh dalam diri saya sewaktu saya duduk di bangku smk ,  walaupun teater itu adalah dunia proses seperti yang di bilang para actor teater (JANGAN PERNAH BERHENTI BERPROSES DAN BELAJAR).
   Sejauh ini selama saya kuliah di gunadarma saya bisa mengapresiasi kecintaan saya ini dengan saya masuk ukm teater di gunadarma yaitu teater TEMA, Di sini saya belajar berproses dan saya sangat antusias tentang teater pementasan yang saya pernah jalani pementasan tunggal saya dan yang pertama kali di teater tema gunadarma adalah RT0 RW0, Ya itu pementasan perdana saya singkat cerita rt0 rw0 adalah karya almarhumah iwan simatupang yang mengangkat kehidupan segelintir manusia di kolong jembatan di sini saya berperan sebagai ACTOR.
   Singkat cerita saya berperan sebagai si PINCANG character dia adalah tengil, sombong, tapi dia memiliki hati yang sangat baik akhirnya saya mencoba mendalami character si pincang tersebut untuk bisa menorehkan hasil yang memuaskan karna prinsip saya dalam ber acting adalah TOTALITAS, Singkat cerita pementasan berlangsung setelah saya dan kawan kawan saya berproses selama 1 bulan di hari H pmentasan berjalan lancar alhamduilah walaupun masih banyak yang harus kita benahi dan setelah pentas selesai saya di nobatkan sebagai ACTOR TERBAIK, alhamdulilah piji syukur saya terhadap allah swt.
   Nah sudah tau kan kecintaan saya dan sedikit curhatan saya tentang teater dan sejarah saya di pementasan perdana saya , dan saya akan terus berproses dan belajar sampai kapanpun, Kutipan saya di seni teater “TEMPAT LU MENJADI GILA TAPI LU GAK AKAN DI ANGGAN SEBAGAI ORANG GILA” Sekian artikel saya ini terima kasih bagi yang sudah membaca artikel saya ini kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wasslamualaikum wr wb

Memberantas terorisme pasif



 memberantas terorisme pasif
    Sejauh ini dampak terorisme belum menyentuh pemuda disekeliling saya. Apakah itu perasaan saja saja, padahal di banyak pemberitaan sudah sangat nyata ada. Namun, peran yang harus nyata adalah perlu adanya persiapan akan Terorisme Mental kepada dan dari generasi muda yang akan diserang/diganggu. Mental generasi muda yang dirusak, baik itu berbentuk doktrin ataupun dari cara-cara terbaru dalam merusak mental generasi muda untuk semakin mudah dirusak. Oleh karena itu persiapkan diri kita, kalian dan mereka yang telah dan ingin siap menghadapi yang namanya bentuk-bentuk aksi ataupun gerakan mengarah pada teror-isme.
   Pemuda seperti kita harus diberi pembinaan tentang pelurusan pesan-pesan moral dalam agama dan akhlak moral dalam bernegara, agar terjadi keseimbangan antara beragama dan bernegara. Tanpa dukungan kaum muda di dalam upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme, maka upaya yang dilakukan masihlah terbilang lemah.
  Lemahnya dukungan pemuda akan turut memperlemah langkah-langkah pemberantasan terorisme oleh pemerintah. Dengan demikian, setidaknya pemuda memberi dukungan pada pemerintah untuk mencegah dan memberantas ancaman terorisme melalui aksi nyata.


Reklamasi pantai



   Reklamasi pantai
 Menurut saya reklamasi pantai di Jakarta sangat perlu karena :

    Banjir di Jakarta Dapat Ditanggulangi dengan Reklamasi
Berdasarkan hasil penelitian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penurunan muka tanah di Jakarta mencapai 18 sentimeter per tahun. Hal ini akibat ekstraksi atau pencurian air tanah oleh pengelola gedung-gedung bertingkat maupun perumahan.
Hal ini tak luput dari pengamatan para pemimpin DKI, termasuk Ahok. Ahok setuju untuk memperpanjang perizinan reklamasi dari Gubernur terdahulu, yakni Fauzi Bowo. Jangan tanya mengapa Ahok tidak menghukum tegas pelaku praktik ekstraksi air tanah dan malah membangun pulau baru serta tanggul raksasa di Pantai Utara Jakarta. Saya sendiri bingung menjawabnya.

2.      Pengembang Properti, Pembeli, dan Turis Harus Dimanjakan
Alasan paling masuk akal pengerjaan proyek reklamasi adalah memprioritaskan orang-orang kaya. Mereka harus dibuatkan pulau sendiri, lengkap dengan apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, ruko, dan lapangan golf. Jika tidak dimanjakan, bukan tidak mungkin mereka akan menabur uang di daerah lain.
Jakarta bukan tempat buat si miskin, yang biasa tinggal di atas tanah negara dan tidak taat membayar pajak. Jangankan membayar pajak, makan sehari-hari saja sulit.

3.      Jakarta adalah Kota Maju
Impian pasangan Jokowi-Ahok saat kampanye dan terpilih sebagai pemimpin DKI pada tahun 2012 adalah mewujudkan Jakarta Baru. Jakarta yang bersih, rapi, modern, nyaman, aman, dan tentunya bebas dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Jokowi maupun Ahok mempertimbangkan untuk melanjutkan atau tidak memperpanjang beberapa program wrisan pemimpin sebelumnya. Normalisasi sungai dan waduk, perombakan pelayanan dan transportasi publik, serta reklamasi Pantai Utara merupakan program-program yang harus dilanjutkan untuk kepentingan warga Jakarta.
Jakarta butuh itu semua, butuh identitas untuk diakui sebagai salah satu kota maju di dunia. Cerita lama Jakarta kumuh, penuh pohon bambu dan kelor, dan ketinggalan zaman tidak perlu diulang kembali. Jakarta tak hanya akan selevel dengan Rotterdam atau Singapura, kota yang berusia 488 tahun itu akan bersaing dengan Manhattan, Dubai, Tokyo, Hong Kong, atau bahkan Atlantis.