Reklamasi pantai
Menurut saya reklamasi pantai di Jakarta
sangat perlu karena :
Banjir di Jakarta Dapat Ditanggulangi dengan Reklamasi
Berdasarkan hasil penelitian Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penurunan muka tanah di Jakarta mencapai
18 sentimeter per tahun. Hal ini akibat ekstraksi atau pencurian air tanah oleh
pengelola gedung-gedung bertingkat maupun perumahan.
Hal ini tak luput dari pengamatan
para pemimpin DKI, termasuk Ahok. Ahok setuju untuk memperpanjang perizinan
reklamasi dari Gubernur terdahulu, yakni Fauzi Bowo. Jangan tanya mengapa Ahok
tidak menghukum tegas pelaku praktik ekstraksi air tanah dan malah membangun
pulau baru serta tanggul raksasa di Pantai Utara Jakarta. Saya sendiri bingung
menjawabnya.
2. Pengembang Properti, Pembeli, dan Turis Harus Dimanjakan
Alasan paling masuk akal pengerjaan
proyek reklamasi adalah memprioritaskan orang-orang kaya. Mereka harus
dibuatkan pulau sendiri, lengkap dengan apartemen, hotel, pusat perbelanjaan,
perkantoran, ruko, dan lapangan golf. Jika tidak dimanjakan, bukan tidak
mungkin mereka akan menabur uang di daerah lain.
Jakarta bukan tempat buat si miskin,
yang biasa tinggal di atas tanah negara dan tidak taat membayar pajak.
Jangankan membayar pajak, makan sehari-hari saja sulit.
3. Jakarta adalah Kota Maju
Impian pasangan Jokowi-Ahok saat
kampanye dan terpilih sebagai pemimpin DKI pada tahun 2012 adalah mewujudkan
Jakarta Baru. Jakarta yang bersih, rapi, modern, nyaman, aman, dan tentunya
bebas dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Jokowi maupun Ahok mempertimbangkan
untuk melanjutkan atau tidak memperpanjang beberapa program wrisan pemimpin
sebelumnya. Normalisasi sungai dan waduk, perombakan pelayanan dan transportasi
publik, serta reklamasi Pantai Utara merupakan program-program yang harus
dilanjutkan untuk kepentingan warga Jakarta.
Jakarta butuh itu semua, butuh
identitas untuk diakui sebagai salah satu kota maju di dunia. Cerita lama
Jakarta kumuh, penuh pohon bambu dan kelor, dan ketinggalan zaman tidak perlu
diulang kembali. Jakarta tak hanya akan selevel dengan Rotterdam atau
Singapura, kota yang berusia 488 tahun itu akan bersaing dengan Manhattan,
Dubai, Tokyo, Hong Kong, atau bahkan Atlantis.
No comments:
Post a Comment